1. Close
    La LigaPutaran 6
    Live the match inEstadio Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    OsasunaOsasuna
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 6
      Estadio Santiago Bernabéu
     09/25/2019
    21:00
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

  2. Close
    Champions LeaguePutaran 2
    Live the match inSantiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    BrujasBrujas
    Informasi partai
    Champions League, Putaran 2
      Santiago Bernabéu
     10/01/2019
    18:55
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

    Siguiente

    Champions League18:55Real MadridvsBrujas

    Sebelumnya
EmiratesAdidas

Pilih cara membeli tiket

Barcelona Lassa - Real Madrid

68-74: ¡Gelar ke-35 basket di Liga!

Lihat galeri Lihat video

KRONIK | 21/06/2019 | Edu Bueno | JURU POTRET: Víctor Carretero

Real Madrid menang di partai keempat di Palau dan hasil akhir 3-1 untuk mempertahankan gelar. Campazzo terpilih sebagai MVP di laga final.
  • Playoff Liga Endesa
  • Final (Pautaran 4)
  • 21/06/2019
Palau Blaugrana
68
74
Real Madrid diproklasmikan sebagai juara Liga untuk kali ke-35 dalam sejarahnya setelah mengalahkan Barcelona di Liga dan dengan hasil keseluruhan 3-1, merebut titel ini untuk tahun kedua berturut-turut dan gelar keempat dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut dibuat di laga keempat di Palau, dimana mereka telah mengangkat trofi dalam lima kesempatan lain (1986, 1994, 2000, 2007 dan 2015), dalam satu pertandingan dimana mereka kembali mengambil inisiatif. Dan diukir dengan lambang identitasnya: kesatuan sebagai tim. Campazzo (15 poin, 9 rebound, 6 assist dan 28 penilaian) dan Tavares (10, 13 dan 22), tidak terbendung, dengan Causeur, Rudy dan Randolph yang memaksa tim lawan dengan eksibisi fisik. Hegemoni madridista tidak terbendung dan Real Madrid besutan Laso terus memperbesar legenda dengan 17 titel dalam delapan musim. La Liga ditambah dengan Piala Super untuk menutup musim 2018-19 dengan dua titel. 
 
Anak-anak asuhan Laso turun penuh semangat di partai keempat, memberikan awasan intensinya di hadapan Barceloan yang menderita di hadapan tim putih dengan ketepatan dalam tembakan di awal pertandingan. Tampilan gemilang dengan tembakan tiga poin, dengan liam dalam lima menit, tiga diantaranya ukiran Rudy tanpa kesalahan, dan menghantar mereka untuk lebih dahulu unggul +11 dengan 8-19. Tetapi laga final ini kembali nampak sebagai satu final dan 'los azulgranas' membuat tembakan sejak masuknya Pangos dan Tomic dan mendominasi rebound ofensif. Satu tembakan tiga poin pemain tim tuan rumah membalikan hasil di papan skor saat kuartal kedua dimulai (27-26, menit 12).

Pertahanan dan rebound ofensif 
Sepuluh menit laga berubah menjadi pertempuran defensif, dimana partai napak lebih sengit dan tensi tinggi. Satu kesalahan yang tidak diperhatikan kepada Campazzo yang berakhir dengan satu serangan balik buatan Smits membuat tim tuan rumah lebih semangat dan membuka peluang dan tetap aktif lewat tampilan Heurtel (nol poin sebelum jeda). Tetapi hal yang memberikan udara segar kepada tim madridistas adalah rebound ofensif, dengan tampilan hebat Tavares, yang memberikan kemungkinan peluang kepada Carroll, Ayón dan Thompkins, untuk kembali memberikan inisiatif kepada Real Madrid di akhir kuartal pertama (33-37).

17 titel dalam delapan musim bagi Real Madrid asuhan Pablo Laso.

Pertarungan setelah jeda diawali dengan sengit. Real Madrid menjatuhkan hukuman lewat tembakan tiga poin ukiran Rudy dan Randolph, sementara Tavares mmemaksakan hukumnya di daerah sempit. Hal itu terlihat dengan angka 37-47 di ekuator kuartal ketiga. Giliran reaksi dari Barcelona, yang dengan tampilan Singleton dan Pangos mampu menghapus perbedaan dengan tim putih dan menempatkan mereka dua poin dibawah setelah dua menit berlalu (45-47). Akan tetapi, tekanan itu tidak bisa melawan juara bertahan. Saat itu muncul Causeur dengan lima poin beruntun dan membawa tim yang pada saat yang sama menutup lini belakang tanpa membiarkan rebound ofensif. Campazzo, dengan tujuh pantulan, menjadi bukti kerja keras tim dalam hal ini (47-55, menit 30).
 
Madrid tidak memberikan pilihan 
El Barcelona terus mencoba dan mencoba. 5-0, dengan poin-poin awal dari Heurtel saat kuartal keempat dimulai dan menempatkan mereka dengan selisih empat poin 51-55. Real Madrid sudah belajar dari pengalaman dan memanfaatkan senjata terbaiknya selama musim ini berlangsung: isi lemari. Tembakan tiga poin ukiran Campazzo, yang tampil gemilang selama partai berlangsung, Causeur, Tavares, dan Taylor menemukan solusi untuk mendominasi tim tuan rumah yang napak mandul menghadapi ketangguhan tim tamu dan kehausan akan kemenangan tim putih ini. Tavares memperkokoh tampilan gemilangnya dengan satu ukiran dua poin dan menempatkan mereka menjadi 55-67 dalam waktu dua menit, tidak terjangkau lagi bagi tim rival yang tunduk di hadapan para pemain tim putih yang tampil hebat (68-74, menit 40). Giliran menikmati kesuksesan ini dengan dua titel per tahun dalam delapan tahun terakhir. 
 

Buscar