1. Close
    La LigaPutaran 6
    Live the match inEstadio Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    OsasunaOsasuna
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 6
      Estadio Santiago Bernabéu
     09/25/2019
    21:00
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

  2. Close
    Champions LeaguePutaran 2
    Live the match inSantiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    BrujasBrujas
    Informasi partai
    Champions League, Putaran 2
      Santiago Bernabéu
     10/01/2019
    18:55
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

    Siguiente

    Champions League18:55Real MadridvsBrujas

    Sebelumnya
EmiratesAdidas

Pilih cara membeli tiket

Real Madrid - Barcelona Lassa

91-84: Real Madrid merebut gelar ke-33 Liga bolabasket

Lihat galeri Lihat video

KRONIK | 22/06/2016 | Edu Bueno | JURU POTRET: Antonio Villalba y Ángel Martínez

Los blancos unggul 3-1 atas Barcelona di laga final dan berhasil membuat doblete di Liga dan Copa. Llull kembali menjadi MVP.
  • Liga Endesa
  • Putaran 4 (Final)
  • 22/06/2016
Barclaycard Center
91
84
Bagi Real Madrid yang terbaik dalam sejarah ini tidak ada tantangan yang tidak mungkin. Dengan handicap faktor lapangan yang contra, los blancos berhasil merebut gelar Liga ke-33 setelah unggul atas Barcelona 3-1 di laga final dan kembali mempertahankan gelar tahun lalu, satu kenyataan yang tidak mereka peroleh sejak musim 1993/94.  Llull, MVP di laga final untuk kedua kalinya berturut-turut (21 poin dan 23 penilaian dalam pertandingan keempat), kekuatan tim, dengan tujuh pemain yang memiliki dua digit dalam penilaian, dan suasana Palacio yang luar biasa dengan dukungannya, menjadi penentu pada partai terakhir. El Madrid menutup musim ini dengan merebut dua gelar atau doblete di Liga dan Copa, yang ke-18 dalam sejarahanya dan yang ke-12 titel masa Laso.

Madrid ingin memanfaatkan peluang untuk menjadi juara dihadadapan pendukungnya dan masuk bermain dengan seluruh kekuatan di Palacio dengan warna putih yang imponen. Kesangsian tentang partisipasi Carroll terhapus dengan keberadaanya sejak awal. Setelah 5-2 saat laga dimulai (semua ciptaan Thompkins), Barcelona yang menentuka ritme kuartal pertama dengan pertahanan zonal, sama dengan perbaikannya pada kuartal keempat pada partai ketiga. Tanpa tembakan tiga poin (0/5), los azulgranas, dengan Tomic (9), Satoransky dan Navarro (5), berhasil mencapai 30-19 yang menguntungkan pada menit ke-12. 

Madrid, dengan energi dari Palacio
Momen sulit bagi anak-anak asuhan Laso. Waktunya bagi para pendukung. Tidak ada tempat kosong di Palacio. Napasnya membangkitkan Madrid dan memberikan tambahan agresifitas yang dibutuhkan pertemuan ini. Mereka menggigit tim tama dengan satuan kedua yang luar biasa. Chacho, Rudy, Nocioni, Willy... Mulai masuk dengan tembakan tiga angka. Dua dari Llull berturut-turut membuka satu parsial 17-4 antara menti ke-12 dan 16 untuk menutup pembalikan hasil dan lebih dahulu unggul dengan 36-34 setelah satu permainan luar biasa dari Rudy dimana ia menggagalkan Tomic untuk membuat tembakan dan mengakhiri serangan balik dengan tembakan tiga poin. 

Barcelona mencari penyelesaian melalui Perperoglou yang sangat inspiratif (9 poin) sementara Tomic membawa partai menuju jeda dengan keunggulan dua angka bagi timnya (45-47, menit ke-20).

Llull adalah, bersama Sabonis, satu-satunya pemain yang berhasil menjadi MVP laga final dua kali berturut-turut. 

Akan tetapi los azulgranas tidak berhenti berjuang. Dengan Satoransky dan Navarro sebagai pemimpin mereka memperlihatkan kategori dan keutuhannya, dan membawa Madrid untuk memberikan semaksimal mungkin pada kuartal ketiga yang mulai dari bawah, dengan 47-52 pada menit ke-22, akan tetapi dengan kekuatan fisik dan pertahanan mereka membalikan hasil. Implikasi seluruh pemain, dengan Thompkins dan Ayón yang mengambil rol ofensif dan Taylor membangkitkan seruan penonton dengan aksi-aksi spektakuler seperti terbang di atas Samuels dengan rebound ofensif dan tembakan dua angka, dan dengan itu berhasil membuat Barcelona tidak membuat angka selama dua menit (72-65, menit ke-30).

Kekokohan sang juara
Barcelona kembali membuat serangan dengan para pemain andalah. Mereka ingin partai kelima. Satu 2+1 dari Doellman berhasil memperkecil jarak menjadi 74-73 pada ekuator kuartal keempat. Akan tetapi Madrid tidak ingin ke Ciudad Condal. Thompkins dan Chacho, yang ini dengan dua tembakan tiga poin, memberikan jawaban atas tekanan catalan, yang menyaksikan bagaimana pada dua menit terakhir Madrid melewati mereka melalui jalur kiri dengan Llull bagaikan sebuah mesin. PErtama dengan 87-80 satu menit lebih tersisa dan kemudian dengan 91-84 di final. Kemenangan yang ke- 1.500 di Liga dalam satu bingkai tak terbandingi, dengan seruang luar biasa Palacio dengan pekikan “¡¡Campeones, campeones y así, así gana el Madrid!!”.

DATA TEKNIS
REAL MADRID 91 (19+26+27+19):
 Llull (21), Carroll (2), Taylor (4), Thompkins (14) dan Ayón (9) – cinco inicial – Rudy (9), Nocioni (7), Doncic (-), Maciulis (0), Reyes (11), S. Rodríguez (14) y Hernangómez (-).
FC BARCELONA LASSA 84 (26+21+18+19): Satoransky (17), Navarro (14), Oleson (6), Doellman (7) dan Tomic (17) – cinco inicial – Ribas (2), Lawal (4), Perperoglou (11), Vezenkov (0), Samuels (4), Abrines (2) dan Arroyo (0).

5

Small forward

23

Point guard - shooting guard

Search