EmiratesAdidas
Barcelona - Real Madrid

85-90: Real Madrid merebut gelar La Liga dan mencatat sejarah

Lihat galeri

KRONIK | 24/06/2015 | Edu Bueno

Los Blancos menang 3-0 atas Barcelona di laga final dan berhasil merebut gelar keempat musim ini. Llull, MVP.
  • Liga Endesa
  • Final (3)
  • Rab, 24 Jun
Palau Blaugrana
85
90
Real Madrid diproklamasikan sebagai juara Liga untuk ke-32 kalinya setelah unggul atas Barcelona dalam laga final yang unggul 3-0. Los Blancos mengumpulkan poin penentu di Palau dalam partai ketiga yang memberikan bukti permainan luar biasa tim ini, dengan lima pemain di atas 10 poin dan dipimpin oleh Carroll dengan 19 poin. Real Madrid mencatat musim terbaiknya dalam sejarah setelah berhasil merebut Piala Eropa, gelar La Liga, Piala Raja dan Piala Super. Satu poker gelar yang belum pernah direbut basket Spanyol. 

Partai pertama di Palau diawali dengan Xavi Pascual membuat strategi dengan memasukan Hezonja dan Doellman dalam lima pemain starter, orang-orang terbaik di Madrid, untuk mencoba membuat kejutan kepada tim tamu. Itu tidak terjadi meskipun Tomic, yang membuat dominasi dengan 12 poin dan rebound. Los Blancos memberikan jawaban star tim tuan rumah dengan permainan biasanya, dimana dapat disoroti peran Rivers (5) dan Rudy (4), mempertahankan kesamaan pada kuartal pertama (17-17).

Bagian kedua membuat 
Yang menjadi pembeda tim Real Madrid ini adalah kedalaman timnya. Pada kuartal kedua mereka memperlihatkan kekuatan kolektifnya, dengan memningkatkan tingkat intensitas dengan peran kebersamaan. Kini giliran Sergio Rodríguez, Carroll, Nocioni dan Slaughter, dengan Ayón sebagai referensi ketika Reyes harus absen karena dua kesalahan. 

Madrid kembali pada menit-menit terbaiknya. Itu menjadi hukuman kepada lini pertahanan tim Azulgrana dari perimeter. Empat tembakan tiga poin, dua ukiran Carroll (8 poin), satu ciptaan Maciulis (7+5 rebound), dan satu lagi ukiran Sergio Rodriguez, didukung dengan perbaikan rebound ofensif, memberikan mereka angka maksimal pada menit ke-17 dengan 26-40 setelah parsial 9-23 (17-31 pada kuartal ini). Saat itu, 10 madridistas yang telah bermain berhasil mencatat poin. Barcelona, yang tertekan atas kokohnya tim Blanca (Satoransky membuat satu tindakan anti deportifitas ketika menyiku Ayón), terus bergantung dari Tomic dan tembakan tiga poin Doellman (34-48, menit ke-20).

Tembakan tiga poin Madrid melebihi musim 64-65 dan 73-74.

Los Azulgranas membuat tekanan pada kuartal ketiga. Dengan dukungan penuh fansnya dan satu kaki di ujung jurang, mereka berhasil menemukan bentuk yang tepat melawan tim Madrid yang menurunkan intensitasnya di lini pertahanan. Llull, Reyes dan Rivers berjuang menahan serangan Barcelona dengan tembakan dua point (51-62 pada menit ke-27). Akan tetapi Barcelona,  dengan penuh semangan berkat kuartet Satoransky, Oleson, Abrines (11 poin) dan Tomic (22), membuat kulminasi dengan satu parsial 16-0 antara menit ke-27 dan 30, hanya bisa dibendung tembakan tiga poin ciptaan Chacho di penghujung kuartal ketiga (67-65, menit ke-30).

Reaksi madridista
Laso kembali kepada formula yang telah berfungsi dengan sangat baik pada kuartal kedua, dengan kinteto prajurit. Dan itu sangat providensial. Los Blancos kembali menemukan kepercayaan diri di lini pertahanan untuk membendung rivalnya. Dengan Chacho yang membuat dua tembakan dua poin berturut-turut, yang menutup kuartal ketiga dan membuka kuartal keempat, Carroll dan Nocioni menerima rol ofensif dan Maciulis mencatat satu partai sempurnah pada kedua sisi jaringan, tim Madrid membuat satu pukulan efek dengan dinamika permainan dengan 19-6 pada parsial ini (73-84, menit ke-26).

Carroll membuat keputusan
Tim tuan rumah mencari peluang sampai akhir laga. 10-2 dibawah pimpinan Tomic memungkinkan mereka hanya tiga poin pada menit terakhir dengan skor 83-86. Akan tetapi Madrid ingin mencarat sejarah. Carroll, pencetak poin terbanyak dalam partai ini (19 poin), membuat satu tembakan dua poin yang sangat menentukan 14 detik sebelum berakhir dengan tekanan Oleson untuk membawa skor menjadi 83-88. Llull memberi jawaban dengan dua tembakan bebas dengan satu jaringan Tomic pada 8 detik sebelum berakhir dan pada permainan berikut behasil membuat sentensi La Liga dengan satu pertahanan yang luar biasa (85-90, menit ke-40).

Data teknis
BARCELONA 85 (17+17+33+18):
Satoransky (10), Oleson (10), Hezonja (0), Doellman (12) dan Tomic (29).--lima pemain starter--; Thomas (0), Huertas (1), Abrines (16), Nachbar (2), Jackson (3),  Pleiss 2) dan Lampe (-).
REAL MADRID  90 (17+31+17+25): Llull (10), Rudy (4), Rivers (9), Reyes (6) dan Ayón (8) --lima pemain starter--; Carroll (19), Sergio Rodríguez (11), Bourousis (-), Nocioni (11), Maciulis (10), Slaughter (2) dan Mejri (-).

5

Small forward

9

Power forward

Cari