1. Close
    La LigaPutaran 11
    Live the match inEstadio Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    LeganésLeganés
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 11
      Estadio Santiago Bernabéu
     10/30/2019
    21:15
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

  2. Close
    Liga EndesaPutaran 6
    Live the match inWiZink Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    Baxi ManresaBaxi Manresa
    Informasi partai
    Liga Endesa, Putaran 6
      WiZink Center
     10/27/2019
    12:30
    BELI TIKET

    Berbagifacebooktwitter

    Siguiente

    Liga Endesa12:30Real MadridvsBaxi Manresa

    Sebelumnya
EmiratesAdidas

Pilih cara membeli tiket

contenido

Raja-raja Eropa

Tim putih merebut gelar Champions dalam satu laga luar biasa melawan Atletico dan unggul 4-1 dalam perpanjangan waktu. 

Satu malam seperti yang terjadi di Lisbon pada 24 Mei 2014 marupakan malam yang telah menghantar Real Madrid menjadi tim terbaik Abad XX. Klub terbaik ini kembali menduduki tempatnya setelah merebut gelar Piala Eropa kesepuluh. Dua belas tahun kemudian setelah Zidane menghentikan waktu dengan tembakan volynya di Glasgow, tim putih kembali menraja. Dan penantian itu ada upahnya. 

Karena cara bagaimana mereka merebut gelar ini merupakan satu kesimpulan yang sempurnah kebesaran Real Madrid. Pada tempat pertama, melalui cara mereka maju ke babak final, dengan satu trayektori bersih dan mendapat sorotan dalam dua malam legendaris di Gelsenkirchen dan Munich. Juga melalui perjalanan permainan, di mana mereka memperlihatkan keutamaan yaitu penyerahan diri dan perjuangan sampai akhir. Dan semua itu mencapai puncak dengan satu perayaan universal oleh seluruh madridismo.

Madrid tidak pernah menyerah

Ketika Real Madrid turun lapangan tidak ada satu halpun yang tidak mungkin. Dan pada laga final di Lisbon hal itu kembali diperlihatkan. Tim besutan Ancelotti lebih unggul meskipun ketidakberuntungan menghantar mereka sampai pada menit ke 92 dengan skor 0-1. Akan tetapi perjuangan dan semangat yang tertera pada lambang ini nampak dalam gol karya Sergio Ramos melalui sundulan kepalanya. Selanjutnya, di perpanjangan waktu, Bale, Marcelo dan Cristiano memberikan kemenangan kepada madridista.

JUTAAN PENDUKUNG MERAYAKAN LA DÉCIMA DI SELURUH DUNIA. 

“Itu adalah satu pesta dunia, saya tidak pernah melihat apa yang terjadi setelah merebut gelar La Decima. Real Madrid mulai menjadi satu "agama" dunia, tegas Ancelotti. Dan dia tidak salah, karena gelar yang sangat dinanti-nantikan itu direyakan secara sangat istimewah. Para pendukung turut menuju Lisbon, yang lainnya menyaksikan laga ini melalui layar lebar di Bernabéu, mereka yang memenuhi Cibeles, yang menikmati pesta la Décima di stadion… Tetapi juga para pendukung yang menikmatinya dari seluruh pelosok dunia. 

Kemenangan bagi semua madridismo
La Décima adalah, seperti yang dikatakan Ramos, “adalah bagi semua madridistas”. Satu gelar yang dimulai dari ruang ganti yang dinikmati dengan situasi spesial setiap kali bermain di pertandingan Champions. “Penantian ini tidak sia-sia", ujar kapten tim Iker Casillas. Akan tetapi Madrid tidak pernah beristirahat. Sekarang saatnya berpikir tentang gelar kesebelas atau la Undécima.

Cari