EmiratesAdidas
Real Madrid - Unicaja

98-93: Madrid mengejar ketinggalan dan memenangkan pertandingan dalam perpanjangan waktu melawan Unicaja

Lihat galeri

KRONIK | 06/06/2014 | Edu Bueno | JURU POTRET: Ángel Martínez

Los blancos ketinggalan hingga 12 poin tapi mampu membalikkan situasi dalam pertandingan dan meraih skor 1-0 dalam seri ini dengan aksi luar biasa Mirotic (16 poin, 8 rebound dan 28 penilaian).
  • Liga Endesa
  • 1 (Playoff 1/2 final)
  • Jum, 06 Jun
Palacio de los Deportes
98
93
Penampilan perdana los blancos dalam semifinal ini dimulai dengan satu anekdot. Alat kronometer yang terletak disalah satu tiang ring telah menjadi bintang utama dalam kuarter pertama yang berlangsung selama 48 menit, dengan 2 kali perhentian waktu, yang pertama pada detik ke 13 dengan skor 2-0 bagi Madrid, dan dimenit ke 5 dengan skor 6-14 bagi keunggulan Unicaja. Selama waktu permainan tersebut, tim tamu memenangkan laga berkat kontrol rebound oleh Vázquez dan Medley, dan dalam serangan yang mampu mencetak angka melalui transisi yang cepat. Satu triple dari Toolson saat permainan kembali dimulai memperbesar skor parsial 7-0 untuk menjadikan keunggulan terbesar bagi pihak tim tamu 6-17 pada menit ke 6.

Titik balik madridista
Los blancos mulai bangkit dengan pertahanan yang jauh lebih agresif dibawah pimpinan Mirotic yang sangat hebat (13 angka penilaian), yang memungkinkan mereka bergerak dan memperlihatkan permainan terbaiknya dalam menyerang. Darden, yang sangat aktif dalam menghadapi ring lawan (7 poin) dan dari pemain power forward tersebut (7 poin lagi) mengembalikan skor parsial kepada Unicaja dengan 11-2 dan membalikkan papan skor untuk memimpin didepan (20-21, menit ke 10).

Pertandingan terus melaju dikuarter kedua. Unicaja menerapkan pola permainan dalam menit-menit berikutnya dengan aksi Calloway yang sangat baik (10 poin dalam periode ini), dan terlebih lagi, ketepatan yang sangat spektakuler dari jarak 6,75 m untuk mempertahankan perbedaan angka tidak pernah lebih dari 7 poin. Dengan mengandalkan triple, hingga 5 triple, mereka mampu menjaga jarak dengan Madrid yang bermain lebih dengan semangat daripada ketepatan (2/10 dalam triple). Hanya permainan jernih dari el Chacho dan intensitas dari Reyes (8 poin dan 2 rebound ofensif) mampu mengatasi serangan tim lawan yang sangat terinspirasi dengan 31 poin (41-52, menit ke 20).

LIMA PEMAIN REAL MADRID MELAMPAUI DUABELAS POIN.

Awal kuarter ketiga juga tidak memperlihatkan tanda-tanda yang menguntungkan bagi Madrid. Vázquez menjadikan tim asuhan Plaza unggul +12 pada menit ke 22 setelah dua upaya dari Rudy dan Mirotic untuk memperkecil jarak (45-57). Meskipun demikian, para pemain tuan rumah lebih unggul dalam intensitas digaris belakang dan mulai mendorong dari luar. Darden dan Llull, dua pemain terbaik hingga saat itu, dan Bourousis mencatat ketepatan dalam triple. Satu alley oop dari Rudy dengan penutup dari Slaughter telah mengembalikan Madrid dalam pertandingan dengan skor parsial 13-3 (58-60, menit ke 27). Toolson dan Granger memberikan respons melalui serangkaian triple untuk tetap mempertahankan tim Andalucia tersebut didepan saat kuarter ketiga berakhir (67-68, menit ke 30).

Ketidakakuratan telah merajai menit-menit awal dari kuarter terakhir yang berjalan penuh intensitas dimana tidak ada satu timpun yang mampu mengambil inisiatif. Akhirnya Madrid-lah yang berhasil mengambil langkah kedepan. Setelah tiga menit berlalu tanpa mencetak poin dan berusaha keras dalam setiap aksinya, berhasil membalikkan keunggulan, situasi yang telah sangat dinanti-nanti berkat kinerja luar biasa Slaughter diposisinya dan bakat menyerang duet Rudy-Sergio Rodríguez untuk mematahkan pertahanan terbaik dalam babak playoff (81-76, menit ke 38).

Namun arah pertandingan menginginkan agar laga tersebut harus berakhir dengan penuh perjuangan. Unicaja memberikan reaksi tepat pada waktunya dengan Vázquez  dan Toolson dan menjadikan skor imbang 81 dimenit terakhir. Suárez menetralisir tembakan Llull saat waktu kurang dari 18 detik dan el Chacho tidak mampu memasukkan lemparan terakhir. Skor 83-83 dan berlanjut keperpanjangan waktu.

Saatnya bagi Mirotic
Madrid tidak pernah kehilangan kepercayaan untuk meraih kemenangan dan memperlihatkannya pada periode perpanjangan waktu. Mirotic mengambil alih dan membawa beban tim diatas pundaknya. Kedelapan poinnya, termasuk 2 triple, memberikan keunggulan +5 bagi timnya yang kemudian menjadi poin yang sangat berharga sama dengan emas saat waktu kurang dari dua menit (94-89). Unicaja tidak menyerah dan barulah pada saat pertandingan kurang dari 20 detik sebelum berakhir saat pertahanan tim blanco yang sangat hebat membuat Granger kehilangan bola dan menjadikan lawan goyah (98-93, menit ke 45).


REAL MADRID 98 (20+21+26+16+15): Llull (18), Rudy (12), Darden (12), Mirotic (16) dan Bourousis (8) -lima pemain starter- Carroll (1), Sergio Rodríguez (15), Reyes (8), Díez (0), Slaughter (8), Mejri (-) dan Martín (-).

UNICAJA DE MÁLAGA 93 (21+31+16+15+10): Granger (11), Toolson (13), Suárez (9), Caner-Medley (9) dan Vázquez (17) -lima pemain starter- Calloway (13), Sabonis (-), Vidal (-), Kuzminskas (6), Hettsheimeir (2), Urtasun (9) dan Stimac (4).

5

Small forward

13

Point guard

Cari