1. Close
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    GranadaGranada
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 17
    Santiago Bernabéu
    2017/01/07
    13:00

    share

    Berikut

    La Liga13:00Real MadridvsGranada

    Sebelumnya
  2. Close
    Live the match in Barclaycard Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    Rio Natura Monbus ObradoiroRio Natura Monbus Obradoiro
    • TIKET dari 15€
    • Entradas Vip  dari 100€
    BELI TIKET
    Informasi partai
    Liga Endesa, Putaran 13
    Barclaycard Center
    18-12-2016
    12:30

    share

    Berikut

    Liga Endesa12:30Real MadridvsRio Natura Monbus Obradoiro

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

1981-1990

Generasi brilian dari Akademi menjadi protagonis pada tahun 80-an. “La Quinta del Buitre” yang dipimpin oleh Emilio Butragueño, menjadikan Real Madrid satu diantara tim terbaik dalam sejarah. Gol-gol Hugo Sánchez juga memainkan peran penting dalam dekade penuh kesuksesan ini. Los blancos berhasil meraih dua Piala UEFA pertama dan menunjukkan kemampuannya membalik pertandingan (remontada) di turnamen Eropa dan menciptakan malam penuh magis di Stadion Bernabéu.

Anda dapat melihat rincian dari setiap musim dekade ini di Timeline kami di Facebook

Tahun 1983, tim Castilla dinobatkan sebagai sang juara Divisi Dua dibawa asuhan Amancio dan dengan aksi yang luar biasa dari lima pemain: Pardeza, Sanchís, Míchel, Martín Vázquez dan Butragueño. Mutiara-mutiara Akademi ini merupakan sebuah penemuan dan Di Stéfano tidak ragu-ragu untuk membawa mereka secara bertahap ke tim utama. Kelompok menjadi terkenal sejak tahun 1985, dengan penakklukan lima Liga berturut-turut dan perolehan rekor penting seperti tim yang mengumpulkan angka terbanyak dalam sebuah kompetisi dengan 107 gol.
 
Penyerang asal Mexico, Hugo Sánchez, memiliki andil dalam  keberhasilan-keberhasilan tersebut. Bersama dengan pemain veteran Juanito, Valdano dan Santillana, mereka dipadukan secara sempurna dengan “la Quinta”. Dalam tujuh musim memakai kostum putih dia mencetak 251 gol, dan menjadi pichichi di empat musim. Dalam benak pendukung Real Madrid masih terlintas gayanya yang terkenal dalam merayakan gol: jungkir balik di udara.
 
Pada dekade ini, Real Madrid juga berhasil meraih gelar UEFA pertamanya. Itu terjadi di musim 1984-85. Dia mengalahkan Videton di final dengan pertandingan dobel. Tim tersebut yang hingga saat itu tidak dikenal, pada pertandingan sebelumnya telah melempar keluar dari pertarungan tim PSG, Partizán Belgrado dan  Manchester United. Di musim berikutnya, los blancos kembali mengulangi gelar setelah berhasil membalik kedudukan dalam pertandingan yang begitu sulit. Setelah jatuh dalam pertandingan pertama 5-1 melawan  Borussia Mönchengladbach, mereka menunjukkan kehebatannya pada pertandingan kedua; dengan dua gol dari Valdano dan dua lainnya dari Satillana mereka berhasil maju ke perempat final (4-0).

1981 - 1990
  1. LIGA KELIMA BERTURUT-TURUT

    Agustín, dihadapan Ramón Mendoza, mengangkat trofi baru sebagai juara

  2. PACO BUYO, SEORANG MITOS GAWANG BLANCA

    Penjaga gawang gallego merupakan kunci keberhasilan Real Madrid di dekade 80 dan 90

  3. LEADER DARI AWAL SAMPAI AKHIR

    Tim Leo Beenhakker menjadi leader selama perjalanan liga dan menjadi pemenang titel, empat putaran sebelum akhir Liga

  4. DERBY KONTROVERSIAL

    Real Madrid-Atlético di musim 1988-1989 berakhir dengan kemenangan los blancos

Sebuah liga bersejarah

Liga di musim 1986-87 merupakan yang terpanjang dalam sejarah. Sistem tradisional dengan dua putaran direformasi dan ditambah dengan sebuah play-off final. Kreativitas Butragueño, pertahanan yang tangguh, jaminan yang diberikam Buyo dibawah gawang dan gol Hugo Sánchez memberi gelar kepada Real Madrid ketika masih tinggal satu pertandingan. Penyerang asal Meksiko ini dipilih oleh semua pemain di Divisi Utama sebagai pemain terbaik di musim itu. Tambahan lagi, pada kali ketiga berturut-turut dia menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi dengan 34 gol.

Sebuah liga bersejarah

Menang di “pertandingan sunyi”

Dalam undian di putaran pertama Piala Eropa di musim 1987-88 keluar sebuah duel antara Madrid dan Nápoles yang dipimpin Maradona. Los blancos diharuskan untuk bermain pertandingan pertama di kandang dan dengan “pintu tertutup”. Hal itu membuat Beenhakker menyiapkan pertandingan dengan menciptakan situasi yang sama. Real Madrid memainkan dua duel di Santiago Bernabéu melawan tim Castilla yang memakai kostum tim Italia ini. Latihan tersebut membuahkan hasil, tim Madrid menang atas Napoles di “pertandingan sunyi” (2-0). Dengan tidak adanya penonton, klub memasang bendera-bendera dan spanduk-spanduk untuk memberikan warna kepada lapangan dan anggota Dewan Pimpinan meninggalkan ruangan istimewa untuk memberi semangat dari luar lapangan.

Tim Eropa terbaik dalam dekade

Kendatipun tidak menaklukkan Piala Eropa di tahun 80-an, los blancos tetap menjadi fokus pembicaraan di Benua Eropa dan majalah France Football memilih Real Madrid sebagai tim terbaik Eropa dalam dekade. Alfredo Di Stéfano dianugerahi Super Bola Emas sebagai pemain terbaik dalam tiga puluh tahun terakhir.

PRESTASI
Piala UEFA  - 2

Piala UEFA

2
Piala La Liga  - 5

Piala La Liga

5
Piala Raja  - 2

Piala Raja

2
Piala La Liga 1984-85 - 1

Piala La Liga 1984-85

1
Pial Super Spanyol - 3

Pial Super Spanyol

3
Buscar