1. Close
    La Liga Putaran 29
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    AlavésAlavés
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 29
    Santiago Bernabéu
    2017/04/02
    16:15
    BELI TIKET

    sharefacebooktwittergoogle +

  2. Close
    Euroleague Putaran 29
    Live the match in WiZink Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    FenerbahçeFenerbahçe
    Informasi partai
    Euroleague, Putaran 29
    WiZink Center
    2017/03/31
    21:00
    BELI TIKET

    sharefacebooktwittergoogle +

    Berikut

    Euroleague21:00Real MadridvsFenerbahçe

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

  1. Tim berpose dengan Piala Eropa Kedua
  2. Di Stéfano merayakan gol melawan Vasas Budapest

1951-1960

Dekade ini sangatlah brilian. Sebuah generasi pemain yang dipimpin Alfredo Di Stéfano membawa Real Madrid ke puncak jaya sepak bola. Tim yang meraih lima Piala Eropa berturut-turut ini membuat kagum dunia dengan permainannya yang spektakuler. Aliran keberhasilan yang tak pernah habis memberi legitimasi kepada klub sebagai yang terbaik di Eropa. Dia dinobatkan sebagai “Raja dari para raja”, dan kalau itu tidak cukup, mereka berhasil mengangkat Piala Antarbenua pada edisi pertamanya (1960)

Anda dapat melihat rincian dari setiap musim dekade ini di Timeline kami di Facebook

Sepak bola Eropa mencapai level yang tinggi. Menyadari hal itu pada awal tahun 50-an seorang wartawan Prancis terkenal, Gabriel Hanot, memberi sebuah gagasan agar semua tim juara liga di setiap liga Eropa berpartisipasi dalam suatu kompetisi. Seorang rekan kerjanya Jacques Ferrán turut mendukung ide tersebut. Keduanya menyusun sebuah aturan permainan yang kemudian disampaikan kepada Persatuan Bola Kaki Eropa (UEFA). Gagasan ini disukai oleh para pemimpin redaksi surat kabar Prancis ‘L’Equipe’ yang kemudian menyelenggarakan kompetisi ini.
 
Mereka membentuk sebuah komisi bersama dengan Santiago Bernabéu yang dipilih sebagai satu diantara wakil presiden. Kejuaraan ini menjadi kenyataan pada tahun 1956.  Real Madrid menjuarai Piala Eropa pertama dalam sejarah pada tanggal 13 Juni pada tahun yang sama. Ini merupakan awal dari lima Piala yang diraih Real Madrid secara berturut-turut. Madrid berhasil membuat sebuah tonggak sejarah dunia dibawah figur satu diantara pemain terbaik dalam sejarah, Alfredo Di Stéfano dan selama masa kepemimpinan Bernabéu.
 
Real Madrid menemukan Di Stéfano di Perayaan Pesta Emas Klub (1952), saat tim bermain melawan Millonarios (4-2). Sejak itu dia menjadi pusat perhatian Real Madrid dan setahun kemudian dia bermain untuk pertama kalinya sebagai pemain merengue. Dia menjadi pemain terbaik dalam sejarah klub blanco. Denga adanya dia di tim, klub menikmati masa yang paling jaya. Dia menerima dua Bola Emas (1957 dan 1959) sebagai bintang terbesar dari tim yang merajai Eropa lima tahun berturut-turut. Permainannya memikat semua orang. Dia menciptakan sebuah sekolah dan menjadi gurunya.
 
Pada musim 1959-1960, bekas pemain Real Madrid, Miguel Muños, mengambil kendali Real Madrid. Madrid menjuarai Piala Eropa yang kelima di musim pertamanya sebagai pelatih. Dia menjadi orang pertama yang berhasil meraih trofi Eropa sebagai pemain (dalam tiga kesempatan) dan sebagai pelatih. Tahun 1960, los merengues dinobatkan sebagai raja dunia ketika berhasil meraih Piala Antarbenua di edisi pertamanya (Real Madrid 5-1 Peñarol dari Montevideo).
 

1951 - 1960
  1. TITEL MILIK

    Real Madrid kembali menjadi juara Eropa untuk kelima kalinya berturut-turut

  2. ROMBONGAN JUARA

    Setiap kali Real Madrid menjadi juara Eropa, seluruh warga kota turun ke jalan untuk menerima pahlawan mereka

  3. PERTEMPURAN DI ATAS SALJU BELGRADE

    Satu pertandingan yang paling epik dalam ingatan, pertandingan perempat final antara Madrid dan Partizán di musim 1955-1956

  4. RAYMOND KOPA, SEORANG PENYERANG DALAM SEJARAH

    Pemain asal Prancis ini meninggalkan jejaknya di Real Madrid dengan tiga Piala Eropa dan kualitas yang luar biasa

Siguiente Anterior

Dari Chamartín Baru ke Stadion Santiago Bernabéu

Dengan Santiago Bernabéu sebagai presiden, Madrid menjadi klub besar. Klub ini melewati lintas batas dan menjadikannya sinonim dari keberhasilan. Dua belas tahun setelah mengambil alih tugas sebagai presiden, dia mendapat penghargaan dari Sidang Umum anggota klub. Pada tanggal 4 Januari 1955 mereka memutuskan agar sejak tanggal tersebut lapangan Chamartín dinamakan Stadion Santiago Bernabéu “sebagai bukti penghargaan atas karya presiden ini.” Santiago mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas penghargaan tersebut dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada Dewan Pimpinan yang kembali memilihnya menjadi presiden.

Rekor pertama di Liga (1954-559)

Di Metropolitano, rumah Atlético de Madrid, tim putih meraih lagi gelar Liga ketika tinggal satu pertandingan lagi. Mereka menang dengan sebuah rekor. Belum ada tim yang berhasil meraih 46 poin hingga saat itu. Klub menerima surat ucapan selamat dari Delegasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Nasional. Itu merupakan awal dari masa lima tahun, pertengahan dekade tahun 50-an, yang tidak ada bandingannya hingga saat itu.

Rekor pertama di Liga (1954-559)

Selamat datang ‘Cañoncito pum’ (“Meriam pum”)

Real Madrid ingin terus memenuhi lemari trofi di Stadion dengan piala-piala kejuaran. Untuk memperkuat tim, pada tanggal 1 Agustus 1958 didatangkanlah satu diantara pemain gelandang kiri terbaik dunia, Ferenc Puskas. Dia mendapat julukan “Cañoncito pun” (meriam pum) karena tendangan luar biasa dan kemampuannya mencetak gol. Dia menjadi satu diantara legenda Real Madrid, dengan membetuk barisan penyerang terbaik bersama dengan rekan-rekanya Di Stéfano, Rial, Kopa dan Gento.

Selamat datang ‘Cañoncito pum’ (“Meriam pum”)
PRESTASI
Copas de Europa - 5

Copas de Europa

5
Piala Interkontinental  - 1

Piala Interkontinental

1
Piala La Liga  - 4

Piala La Liga

4
Siguiente Anterior
Buscar