1. Close
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    GranadaGranada
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 17
    Santiago Bernabéu
    2017/01/07
    13:00

    share

    Berikut

    La Liga13:00Real MadridvsGranada

    Sebelumnya
  2. Close
    Live the match in Barclaycard Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    Rio Natura Monbus ObradoiroRio Natura Monbus Obradoiro
    • TIKET dari 15€
    • Entradas Vip  dari 100€
    BELI TIKET
    Informasi partai
    Liga Endesa, Putaran 13
    Barclaycard Center
    18-12-2016
    12:30

    share

    Berikut

    Liga Endesa12:30Real MadridvsRio Natura Monbus Obradoiro

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

1991-2000

Setelah perubahan-perubahan pada akhir dekade sebelumnya, Real Madrid direkonstruksi ulang untuk kembali menguasai Eropa. Salah satu mitos bola basket, Aryvadis Sabonis, bergabung dengan Madrid untuk bersama-sama memenangkan Piala Eropa kedelapan tahun 1995. Setelah Sabonis, pemain-pemain seperti Herreros, Bodiroga dan Djordjevic mampu membuat Real Madrid meninggalkan abad XX dengan tambahan gelar yang lebih banyak lagi.

Pada musim panas 1992, Real Madrid mendapatkan dukungan tambahan dari si raksasa asal Lituano, Aryvadis Saboni. Pemain yang mendapat julukan 'Czar' tersebut merupakan pemain kunci bagi proyek baru yang dimulai dari ide Mariano Jaquotot, direktur seksi bola basket, untuk membawa Madrid kembali kepuncak kejayaan di Eropa. Center dengan visi permainan yang luarbiasa yang tidak dapat dinetralisir oleh siapapun juga.
 
Proyek tersebut kemudian dilengkapi dengan kedatangan Joe Arlauckas, partner idealnya dalam skema, dan dikontraknya Zeljko Obradovic pada tahun 1994. Pelatih asal Serbia tersebut telah memenangkan 2 Liga Eropa dalam 3 musim kompetisi terakhir dengan 2 tim yang berbeda (Partizan dan Joventut). Semua unsur yang tepat sudah terpasang dipapan. Sukses hanyalah sekedar masalah waktu saja.

1991 - 2000
  1. EL PÍVOT DETERMINANTE

    En 1992 el Real Madrid consiguió al jugador europeo más desequilibrante del momento: Arvydas Sabonis.

  2. CZAR EROPA

    Mengelilingi 'Sabas' dengan pemain-pemain yang tepat, Real Madrid berhasil meraih Piala Eropanya yang kedelapan tahun 1995

  3. DEJAN BODIROGA. BAKAT SEJATI

    Dejan Bodiroga merupakan pemain kunci bagi proyek baru madridista yang dimulai tahun 1996. Pemain serbabisa asal Serbia tersebut meninggalkan jejaknya di Madrid berkat mutunya yang luar biasa

  4. DJORDJEVIC, JUARA SEJATI

    Sasha Djordjevic bergabung dengan Real Madrid pada saat musim kompetisi 1999-2000 telah berjalan. Point guard asal Serbia yang brilian itu sangat menentukan dalam menaklukkan Liga ACB

Tatapan si harimau

Pada tahun 1991, berhentinya pelatih George Karl secara mendadak, telah menjadikan Clifford Lyuk (link file) sebagai pelatih baru tim. Pemenang 6 Piala Eropa sebagai pemain, center yang menjadi bagian dari sejarah tersebut ingin menularkan karakternya ke tim Real Madrid pada tahun 1990-an. Ia mempopulerkan istilah 'tatapan si harimau', yang ingin dia lihat disemua pemain-pemainnya. Clifford melatih tim selama 2 periode (1991-1994 dan 1998-1999) dimana Madrid berhasil meraih gelar 2 Liga, 1 Piala Raja dan Piala Winner's Cup yang penuh emosi pada tahun 1992, karena Madrid menang berkat lemparan Ricky Brown yang masuk pada detik terakhir.

Kembali menjadi raja di Eropa

Dengan Aryvadis Sabonis sebagai benteng interior, Real Madrid terus melaju selama musim kompetisi 1994-1995. Berhasil masuk Final Empat Besar (Final Four) di Liga Eropa yang berlangsung di Zaragoza sebagai tim tak terkalahkan. Madrid melakukan 2 pertandingan yang hampir sempurna, penuh dengan konsentrasi dan melakukan tugas pertahanan yang sangat baik. Hasilnya adalah Piala Eropa yang kedelapan. Merupakan puncak dari periode Sabonis di Eropa, dan penutup yang manis bagi akhir karir Arlauckas, Biriukov, Santos dan Antonio Martin. Setelah meraih gelar tersebut, Sabas, yang tanpa keraguan merupakan pemain terbaik Eropa, menuju Amerika Serikat dan berjaya di NBA.

Kembali menjadi raja di Eropa

Selalu mendapatkan yang terbaik

Setia akan falsafahnya untuk selalu mendapatkan yang terbaik, Real Madrid direkonstruksi ulang setelah meraih gelar tahun 1995 dan mencapai Final Empat Besar (Final Four) pada tahun 1996. Pedro Ferrandiz, yang telah kembali ke manajemen klub, menarik pemain small forward terbaik Spanyol saat itu, Alberto Herreros. Juga tiba di Madrid pemain bintang Eropa, Dejan Bodiroga. Bersama dengan pemain-pemain berpengalaman lainnya, antara lain Pablo Laso, Alberto Angulo dan Juan Orenga, meraih piala Winner's Cup tahun 1997 mengalahkan Riello Verona.

Liga terakhir diabad XX, juga milik madridista

Baik pada Liga Nasional pertama maupun Liga ACB pertama dalam sejarah, keduanya telah mencatat kemenangan bagi para madridista. Liga terakhir diabad XX hanya bisa memiliki satu warna, putih. Setelah musim kompetisi yang negatif, Real Madrid tiba difinal ACB 1999-2000 melawan Barcelona dengan faktor lapangan yang tidak mendukung. Alberto Herreros, pemain terbaik pada saat itu, mengalami cedera dan hanya dapat bermain selama 14 menit dalam seluruh babak pertandingan. Posisi Barcelona sebagai favorit sudah sangat jelas. Meskipun demikian, Madrid berhasil memenangkan 2 pertandingan di kandang lawan, di Palau, termasuk pertandingan kelima yang merupakan pertandingan terakhir dan yang paling menentukan. Pemain Sasha Djordjevic, yang telah meninggalkan tim Barcelona musim panas sebelumnya, dinobatkan sebagai pahlawan sekaligus algojo. Merupakan gelar Liga ke 28 yang telah diraih oleh klub.

Liga terakhir diabad XX, juga milik madridista
PRESTASI
Copa Europa - 1

Copa Europa

1
European Cup Winner's Cup - 2

European Cup Winner's Cup

2
Liga - 3

Liga

3
Copas del Rey - 1

Copas del Rey

1
Trofi Natal - 6

Trofi Natal

6
Buscar