1. Close
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    GranadaGranada
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 17
    Santiago Bernabéu
    2017/01/07
    13:00

    share

    Berikut

    La Liga13:00Real MadridvsGranada

    Sebelumnya
  2. Close
    Live the match in Barclaycard Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    Rio Natura Monbus ObradoiroRio Natura Monbus Obradoiro
    • TIKET dari 15€
    • Entradas Vip  dari 100€
    BELI TIKET
    Informasi partai
    Liga Endesa, Putaran 13
    Barclaycard Center
    18-12-2016
    12:30

    share

    Berikut

    Liga Endesa12:30Real MadridvsRio Natura Monbus Obradoiro

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

  1. Fernando Martín, madridista yang abadi
  2. Drazen Petrovic, dari musuh menjadi sekutu

1981-1990

Real Madrid tetap memiliki pemain-pemain terbaik saat itu tapi harus menghadapi persaingan yang semakin hari semakin besar karena booming yang dialami olahraga bola basket pada tahun 80-an. Dalam etape ini ditandai oleh dibentuknya Liga ACB dan 2 nama legendaris dari olahraga tersebut, yaitu : Fernando Martin dan Drazen Petrovic.
 

Pada tahun 1983 dibentuk Asosiasi Klub Bola Basket, yang kemudian mengorganisasi Liga dan tidak lagi dilakukan oleh Federasi. Jumlah tim yang berpartisipasi mencatat peningkatan yang signifikan dan sistem kompetisi kemudian diperbaharui. Untuk pertamakalinya, gelar ditentukan berdasarkan sistem play-offs.
 
Real Madrid yang telah memenangkan 22 dari 27 kali penyelenggaraan Liga Nasional (antara tahun 1957 hingga 1983) terus memperlihatkan dominasinya dalam 3 Liga ACB yang pertama dalam sejarah (1984 hingga 1986). Merupakan tahun-tahun yang menobatkan Fernando Martin, Romay dan Iturriaga. Seksi bola basket, yang telah merayakan peringatan Tahun Emasnya pada tahun 1981, tetap memiliki kondisi kinerja yang luarbiasa.
 
 

1981 - 1990
  1. WINNER'S CUP EROPA YANG PERTAMA

    Tahun 1984 Real Madrid meraih Piala Winner's Eropa melawan Milan. Dalam gambar, tembakan bebas Rafa Rullán

  2. DUEL EROPA YANG SANGAT INTENS

    Dalam gambar, Petrovic dikawal oleh Del Corral dan Iturriaga. Begitu banyak kesempatan dimana 'Amadeus' dengan klubnya Cibona, berhadapan melawan Madrid

  3. FERNANDO MARTÍN, SEORANG MITOS

    Memulai debut sebagai madridista di Piala Dunia Klub tahun 1981. Dalam pertandingan pertamanya sebagai starter mencetak 50 poin. Simbol sejati Real Madrid

  4. 'MAGIC' PETROVIC

    Si jenius asal Kroasi ini bergabung dengan Real Madrid pada tahun 1988. Membantu memenangkan satu Piala Raja dan 1 Winner's Cup Eropa yang historis pada musim kompetisi 1988-1989

  5. PENCAKAR LANGIT BLANCO

    Merupakan pemain tertinggi basket nasional yang bermain bagi Real Madrid antara tahun 1973-1993, periode dimana ia telah memenangkan semuanya

Dari lawan yang menakutkan menjadi sekutu

Seperti sepanjang sejarahnya, kehadiran-kehadiran lawan-lawan besar ditahun 1980an telah semakin memberikan sentuhan kejayaan bagi seksi bola basket. Pada masa ini ada satu nama yang menjulang lebih dari yang lainnya: Drazen Petrovic. Pemain muda asal Kroasia ini memperlihatkan dominasinya di Eropa berkat bakat dan kepribadiannya yang kuat. Pada tahun 1985 telah menaklukkan Piala Eropa dengan Cibona Zagreb tepatnya saat berhadapan dengan Real Madrid, salah satu rival yang selalu memberikan motivasi tambahan baginya. Pada tahun 1986 Petrovic mencetak 90 poin dalam 2 pertandingan melawan Madrid. Real Madrid kemudian membalasnya dengan meraih Piala Korac pada tahun 1988 dalam pertandingan melawan timnya. Dengan sukses ini, Lolo Sainz  telah menjadi pelatih pertama yang mampu memenangkan 3 gelar Eropa (Piala Eropa, Winner's Cup dan Piala Korac). Pada musim kompetisi berikutnya, si jenius asal Kroasia tersebut akhirnya memakai kaus Real Madrid.

Dari lawan yang menakutkan menjadi sekutu

Malam kemenangan di Atenas

Pada musim kompetisi 1988-1989 dimulai penuh dengan impian dan ilusi-ilusi. Madrid telah mengorganisasi kejuaraan McDonald's Open, dimana tim Blanco menang melawan Boston Celtics. Berbulan-bulan kemudian, meraih Piala Raja dengan mengalahkan Barcelona di final. Pada musim kompetisi tersebut tercatat momen yang sangat khusus pada tanggal 14 Maret 1989. Pada hari itu Madrid berhasil meraih Piala Winners Cup dalam salah satu pertandingan final yang paling tak terlupakan dalam sejarah bola basket Eropa. Drazen Petrovic mencatat 62 poin dan tim Blanco menang dengan skor 117-113 atas Snaidero de Caserta dengan Oscar Schmidt. Pertandingan yang luar biasa.
 

Selamat jalan bagi Fernando Martin

Setelah selama 15 tahun menjabat sebagai pelatih Madrid, Lolo Sainz beralih menduduki posisi sebagai sekretaris teknik pada awal musim kompetisi 1989-1990. Posisinya diisi oleh seorang pelatih asal NBA, George Karl. Drazen Petrovic telah mengambil langkah sebaliknya dari pelatih asal Amerika Serikat tersebut, dengan demikian beban Real Madrid jatuh kepada Fernando Martin. Namun takdir telah menentukan lain dan pada tanggal 3 Desember 1989. Center kelahiran Madrid tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas maut ketika menuju suatu pertandingan di Stadion Palacio de los Deportes. Kehilangannya yang sangat mendadak itu menimbulkan dampak yang luas dimasyarakat Spanyol. Beribu-ribu orang telah mendatangi ruang persemayaman di paviliun Ciudad Deportiva. Real Madrid menarik kaus nomer 10 sebagai penghormatan baginya, satu-satunya nomer punggung yang tidak bisa digunakan oleh siapapun juga sejak saat itu.

Selamat jalan bagi Fernando Martin
PRESTASI
Kompetisi dunia antar klub - 1

Kompetisi dunia antar klub

1
European Cup Winner's Cup - 2

European Cup Winner's Cup

2
Piala Korac - 1

Piala Korac

1
Liga - 4

Liga

4
Piala Raja - 3

Piala Raja

3
Piala Super Spanyol - 1

Piala Super Spanyol

1
Torneo de Navidad - 5

Torneo de Navidad

5
Buscar