1. Close
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    DeportivoDeportivo
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 15
    Santiago Bernabéu
    2016/12/10
    20:45

    share

    Berikut

    La Liga20:45Real MadridvsDeportivo

    Sebelumnya
  2. Close
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    GranadaGranada
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 17
    Santiago Bernabéu
    2017/01/07
    13:00

    share

    Berikut

    La Liga13:00Real MadridvsGranada

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

  1. Sevillano mengangkat Piala Eropa Pertama
  2. Luyk, center terbaik dimasanya
  3. Emiliano, kolektor gelar

1961-1970

Dengan jaminan dukungan institusional dari Saporta dan intelegensia yang dimiliki Ferrandiz, Real Madrid berhasil membentuk tim yang legendaris. Merupakan dekade milik Emiliano, Luyk, Sevillano dan Brabender. Dengan partisipasi mereka, Madrid berjaya di Spanyol dan mulai meningkatkan posisi di benua Eropa hingga, pada tahun 1964, meraih Piala Eropanya yang pertama. Setelah itu, tibalah rangkaian prestasi yang tak ada hentinya.

Real Madrid merupakan tim pertama Eropa barat yang mencapai final Piala Eropa. Pada tahun 1962 kalah difinal melawan Dinamo Tblisi, dan tahun 1963 kalah melawan CSKA Moskow difinal. Hingga saat itu, tim asal blok Soviet selalu mendominasi panorama internasional, tapi pada tahun 1964 mereka mengundurkan diri dari kompetisi untuk sementara waktu guna mempersiapkan Olimpiade Tokyo.
 
Sementara itu, Madrid tiba difinal Piala Eropanya yang ketigakalinya berturut-turut melawan Spartak Brno. Dengan Ferrandiz bertindak sebagai direktur seksi basket, yang menjadi pelatih saat itu adalah Joaquin Hernandez.. Emiliano Luyk dan Bob Burgess memperlihatkan permainan tingkat tinggi. Madrid menang dengan lebih dari 20 poin dalam pertandingan di Fiesta Alegre (dalam pertandingan tandang mengalami kekalahan 11 poin), dan menorehkan namanya dalam kejuaraan yang telah ikut diciptakan olehnya.

Setahun kemudian, dengan para tim asal Uni Soviet telah kembali ikut serta dalam kompetisi, Madrid memperkuat posisinya sebagai klub terbaik di Eropa. Dalam final melawan tim kuat CSKA Moskow, aksi-aksi luar biasa Emiliano dan Luyk kembali membawa tim Blanco meraih gelar juara. Sejak saat itu seksi bola basket Madrid tidak meninggalkan tahtanya selama dekade tahun 60-an dan 70-an.
 

1961 - 1970
  1. PIALA EROPA YANG PERTAMA

    Seluruh tim berpose bersama dengan Piala Eropa 1964. Pelatihnya, Joaquin Hernandez (Ferrandiz bertanggung jawab atas direksi olahraga), wafat beberapa bulan kemudian karena sakit

  2. TRIPLE MAHKOTA

    Santiago Bernabéu bersama-sama dengan tim merayakan Piala Eropa yang keduakalinya berturut-turut (1965). Pada musim kompetisi ini Real Madrid memenangkan Liga, Piala Spanyol dan Piala Eropa

  3. EMPAT PIALA EROPA DALAM 5 MUSIM KOMPETISI

    Aiken, Emiliano, Luyk dan Brabender menaklukkan Piala Eropa yang keempat di Lyon melawan Spartak Brno (1968)

  4. TIM TERBAIK DI EROPA

    Seluruh tim Real Madrid dan Pedro Ferrandiz berpose bersama di paviliun Ciudad Deportiva dengan keempat gelar Eropanya yang pertama

Perjalanan-perjalanan Ferrándiz

Pedro Ferrandiz berkali-kali melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dengan tujuan mencari pemain-pemain yang dapat meningkatkan kualitas tim. Ia berhasil membawa pemain besar pertama asal Amerika Serikat ke Eropa, yaitu Wayne Hightower. Center tersebut sebenarnya akan bermain dengan Harlem Globetrotters sementara menunggu ijin untuk berpartisipasi di NBA, namun Ferrandiz terbang ke kota kelahirannya, Philadelphia, dan mampu meyakinkannya untuk datang ke Spanyol. Hightower hanya bermain selama 1 musim kompetisi (1961-1962), namun pada periode tersebut menjadi pencetak poin tertinggi di Liga Nasional dan membantu Madrid mencapai final Piala Eropanya yang pertama. Perjalanan-perjalanannya yang berikut memberikan hasil yang lebih bermanfaat. Dalam petualangannya ditanah Amerika tersebut, Ferrandiz, yang memiliki kelebihan yaitu sangat persuasif, telah berhasil menandatangani kontrak pemain penting bagi klub seperti Clifford Luyk (1962), Wayne Brabender (1967) dan Walter Szczerbiak (1973), diantara nama-nama pemain penting lainnya.

Perjalanan-perjalanan Ferrándiz

Selangkah lebih maju dari peraturan yang ada

Pedro Ferrandiz selalu memperlihatkan bahwa ia selalu selangkah lebih maju dibandingkan yang lain. Sebagai contoh. Dalam pertandingan tandang babak perempat final Piala Eropa 1962, Real Madrid berada dalam kondisi menurun pada saat-saat terakhir pertandingannya melawan Varese. Saat hanya tinggal beberapa detik saja sebelum pertandingan berakhir, dengan papan skor memperlihatkan poin yang sama, dan membayangkan bahwa babak perpanjangan akan lebih berdampak negatif bagi kepentingannya, Ferrandiz memerintahkan pemainnya Lorenzo Alocen, untuk memasukkan bola ke ringnya sendiri. Madrid tidak memenangkan pertandingan, tapi hanya kalah dengan perbedaan 2 poin, perbedaan yang mampu dibalikkan dengan mudah dalam pertandingan kandang di Fiesta Alegre. Setelah aksi tersebut, FIBA terpaksa melakukan perubahan terhadap peraturan yang ada.
 

Selangkah lebih maju dari peraturan yang ada

Rumah baru, kejuaraan baru

Pada tanggal 6 Januari 1966, Real Madrid meresmikan gelanggang bola basket di Kompeks Olahraga (Ciudad Deportiva). Dengan kapasitas yang dua kali lebih besar dari Fiesta Alegre, merupakan stadion pertama yang dimiliki sendiri oleh seksi bola basket. Untuk merayakannya, Saporta mempunyai ide untuk menyelenggarakan kejuaraan internasional dengan Ignis Varese Italia, Corinthians Brasil, dan Jamaco Saint Chicago. Awalnya dinamakan Piala Interkontinental. Merupakan cikal bakal dari Kejuaraan Natal (Navidad) yang diorganisir oleh klub hingga tahun 2004. Selama hampir 4 dekade ini, seluruh tim terbaik didunia telah datang keibukota Spanyol setiap tahunnya untuk berhadapan melawan Real Madrid. Telah menjadi tradisi yang semakin meningkatkan prestise klub dan memperkuat olahraga bola basket di Spanyol.

Poker gelar, diluar prediksi

Piala Eropa awalnya dimulai dengan sistem satu pertandingan atau sistem gugur. Pada tahun 1967 Real Madrid berhasil mengorganisasi pertandingan final yang ternyata memberikan manfaat baik. Tim Blanco berhasil memenangkan gelar kontinentalnya yang ketiga dalam 4 tahun dikandangnya sendiri melawan Simmenthal Milan. Pada tahun 1968, sebaliknya, mengulangi sukses diperkirakan sangat sulit. Madrid kembali tiba difinal, namun dengan Carlos Sevillano yang mengalami cedera berat, dan Emiliano kurang fit karena masalah dipunggungnya. Tim Spartak Brno merupakan favorit juara, namun tim yang dilatih oleh Ferrandiz kembali menemukan jalannya menuju kemenangan. Dari 11 kali penyelenggaraan turnamen hingga saat ini Real Madrid telah memenangkannya sebanyak 4 kali. Dominasi yang sejati di Eropa.
 

Poker gelar, diluar prediksi
PRESTASI
Piala Bola Basket Eropa - 4

Piala Bola Basket Eropa

4
Piala Liga ACB - 9

Piala Liga ACB

9
Copas de España - 6

Copas de España

6
Trofi Natal - 4

Trofi Natal

4
Buscar