1. Close
    La Liga Putaran 35
    Live the match in Santiago Bernabéu
    Real MadridReal Madrid
    vs
    ValenciaValencia
    Informasi partai
    La Liga, Putaran 35
    Santiago Bernabéu
    2017/04/29
    16:15
    BELI TIKET

    sharefacebooktwittergoogle +

  2. Close
    Liga Endesa Putaran 31
    Live the match in WiZink Center
    Real MadridReal Madrid
    vs
    Movistar EstudiantesMovistar Estudiantes
    Informasi partai
    Liga Endesa, Putaran 31
    WiZink Center
    2017/04/30
    18:30
    BELI TIKET

    sharefacebooktwittergoogle +

    Berikut

    Liga Endesa18:30Real MadridvsMovistar Estudiantes

    Sebelumnya

Pilih cara membeli tiket

Antonio Santos Peralba

1940 · 1943
Tempat kelahiran
Gondomar (Pontevedra)
Tahun kelahiran
01/11/1885

Mengemban tugas memimpin Real Madrid selama periode pertama setelah selesainya perang. Saat itu Spanyol berada dalam keadaan yang kritis, dengan pembatasan - pembatasan dibidang politik, olahraga dan ekonomi. Tugasnya tidaklah mudah. Harus mampu membangun dan meletakkan pilar - pilar yang nantinya menjadi landasan dari klub terbaik di dunia.
 
Saat mengambil alih kepemimpinan klub, tim tidak memiliki anggota yang berkualitas. Para pemain besar yang membela tim pada tahun 1936 sudah tidak bermain lagi di Madrid. Sebagian sudah menggantungkan sepatu maupun hampir pensiun dan sebagian yang lain mengungsi keluar Spanyol.
 
Selama 3 tahun, Antonio Santos berhasil memberikan stabilitas bagi klub namun pada tahun 1943 terpaksa meninggalkan kursi kepresidenan. Hal tersebut merupakan dampak dari pertandingan semifinal Piala Generalisimo dimana terjadi bentrokan antara Real Madrid dan Barcelona. Insiden awal dimulai dalam pertandingan tandang yang dilaksanakan di Las Corts. Saat itu tim Madrid kalah dengan skor 3-0. Dalam pertandingan diibukota, klub Blanco berhasil mencatat skor bersejarah, menang 11-1.
 
Suasana permusuhan dikedua pertandingan tersebut telah membuat para pejabat olahraga dan politik menuntut pengunduran diri presiden kedua klub. Antonio Santos dan Enrique Piñeyro akhirnya mengundurkan diri. Dan dengan sikap tenang yang selalu menjadi karakternya, pemimpin asal Galicia tersebut menyerahkan tongkat kepemimpinan ke Santiago Bernabeu.

Buscar